Sabtu, 20 Juni 2020

CERPEN UNTUK USTAD SYAM


IDOLA MASA KINI
LAILATUL IZAATI
Terbangun tanpa sadar saat mentari sudah hadir di pagi hari terlangkah kaki ini menuju sinar kontak suara memberi ribuan informasi di Negri Indonesia menatap tanpa hirauan kata sang ibu, Waktu itu ku mengulang Masa lalu Sejarah Nabi Musa dan Nabi Ibrohim, seketika keinginan mengubah tekanan tangan dalam pencarian kesenangan acara TV waktu itu tersentuh saat seorang Ustad muda melantunkan ayat Suci Al-Qur’an hati ini tersentuh diam mendengarkan sepatah getaran nada suaranya sungguh, tak terduga begitu suaranya mengetarkan hatiku hingga ku tersipu senyum bahagia dan doa di akhir acarapun terlanturkan kembali suara getaran nada indah itu untuk Indonesia agar segera membaik keadaanya.
            Kaki melangkah menuju tempat ternyaman lalu ku pegang handphone ku membuka layar Instragram untuk mengenal lebih dekat lagi, Subhanallah ternyata sudah berteman sejak lama di sosial media tanpa ku sadari pada saat itu buka tutuplah layar handphoneku melihat segala aktivitas penggagumku semenjak itu setiap pagi ku menghampiri sinar kotak suara (Tv) itu dan meninggalkan tidur pagiku untuk mencari ilmu dengan para ustad di TV, entah apa terjadi setiap nasehat yang beliau ucapkan adalah Ilmu bagiku secara tidak langsung mengajarkan ketaqwaan kepada Allah Swt meningatkan Ibadah di bulan Ramadhan ini Masya Allah, tidak ku sangka hadirnya beliau untuk menggaguminya menjadi diri ini lebih baik.
            Tiga hari seusai awal menggaguminya pertama kali tak ku lupakan mengikut, melihat, segala aktivitas beliau untuk tausiyah, ketika beliau live Instragram di undang oleh founder menjelang berbuka puasa terlihat sangat menajubkan aku menyimak dari awal hingga akhir tanpa terputus jaringan Subhanallah saat menyimak Live Online Instragram lain selain beliau selalu terputus jaringan tapi ketika menyimakku karna beribadah mencari pengetahuan dari beliau karna Allah maka Allah akan menghindari ketidaknyaman itu dengan kelancaran, pada tausiyah beliau disore itu ada beberapa yang aku catat yaitu :
1.      Sabar itu setirnya manusia beliau mengajarkan kepada kita semuanya untuk selalu sabar dalam kondisi apapun karna sabar itu tidak akan berhenti mencoba terus dan terus mencoba
2.      Buat apa kita hanya Hafal Al-Qur’an saja hanya unyuk mendapatkan gelar Khafid/Khafidho kalau akhlaqnya tidak Qur’an/ tidak baik semua akan sia-sia, kita harus bisa berinterasi dengan Al-Qur’an karna Al-Qur’an di turunkan di bulan Suci Ramadhan sebagai Petunjuk, Pendoman bagi umat manusia maka alangkah lebih baiknya kita tidak sekedar menghafal Al-Qur’an tetapi dapat memahami makna dari Al-Qur’an
3.      Kata guru beliau jika kalau pada saat kau menghafal ada salah satu ayat yang sangat sulit kau hafalkan janganlah besedih itu tandanya ayat itu cinta padamu, ia tak ingin kau berpindah kepada yang lain dulu, ayat itu ingin kau baca terus menerus karna ayat itu cinta padamu.
4.      Semua apa yang kita lakukan akan di pertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.
Banyak sekali Ilmu yang ku dapatkan sore itu menjelang berbuka puasa beliau meningatkan kembali diri ini untuk mendekatkan diri kepada Allah karna selama ini diri ini jauh dariNya, Allah mengirimkan engkau agar diriku mengingatkan kepada Allah, aku mulai mengagumi sosoknya bukan karna ketampanannya karna pertama kali aku melihatnya hati bergerak tersentuh saat beliau melanturkan sepatah Ayat Al-Qur’an Subhanallah sungguh ketenangan hati saat mendengarkan nada suara yang terucap di diri beliau, lama sekali tak menggagumi sosok sepertinya semoga Allah memberikan diriku kesempatan bertemu beliau dalam keadaan baik atas izin Allah dan Allah merindhoi pertemuan itu semoga Allah selalu menjadikan dirinya penggagum untuk menuju surga Allah dalam kebaikan, beribadah Dunia Wa Akhirat atas izin Allah Masya Allah.

Mengenal Syamsuddin Nur Makka, Ustaz Muda yang Ceramahnya ...



USTAD SYAM
S  ekilas ku dengar lantunan ayat Al-Qur’an
Y ang memberi rahmat di dalam hati ini
A langkah sejuknya hatiku mendengarkannya
M emilah memilih tanpa kata
S aat pertama ku menggagumi Hamba Allah
U ntaian kata-kata ini hanyalah ungkapan isi hati
D inding hati menguapkan nada indah bersama
D engan lantunan Al-Qur’an saat itu, atas
I zin Allah ku sampaikan salam rindu
N asehat tersampaikan penuh makna

N amun semua hanya akan ilusi
U ntuk mengagumi sosok lelaki sepertimu
R  asanya ku ingin ucapkan Assalamu’alaikum Ustad syam

                                                                                                      Tuban, 01 Mei 2020
                                                                                                                  23.07 Night

BIODATA PENULIS

Lailatul Izaati Biasa dipanggil Laila kalau nama kecil Lala tapi semenjak Kuliah mengikuti berbagai organisasi dipanggil Iza, lahir diBumi Wali Tuban, 28 Januari 1999, Kuliah di IAINU Tuban Fakultas Tarbiyah Prodi Pgmi Semester 4, Organisasi yang ikuti semenajak kuliah :
  1. Himpunan Mahasiswa Prodi Pgmi
  2. UKM Saung Art-Ma yang membidangi Teater (Seni dan budaya)
  3. UKM LPM yang membidangi Literasi
  4. PKPT IPNU IPPNU IAINU Tuban
Dan masing banyak lagi organisasi dan komunitas diluar kampus.
Mulai Suka menulis asal asalan semenjak enam SD, dan sering sekali menulis buku harian mulai terbiasa menulis berawal dari buku harian, dan terbiasa sampai sekarang.
Jika ingin berkenalan lebih jauh tentang penulis bisa langsung menghubungi melalui :
Instagram : @lailaankkanawi
Facebook : Laila Ank Kanawi
Blog : https://lailaankkanawi.blogspot.com

WA : 081237592966


2 komentar: