Sabtu, 20 Juni 2020

CERITA PENDEK


HIDAYAH TERINDAH DARI ALLAH
Penulis : Lailatul Izaati




inilah AKU

Ketika aku duduk dibangku kelas IX Unggulan di Yayasan Pondok Pesantren lembaga Smp Unggulan Al-Ikhlas, aku mengikuti lomba Olimpiade Bahasa Indonesia atau yang dinamakan Olimpiade Pelajaran UN bertepatan hari Ahad, 26 Januari 2014 besuk akan dilaksanakan Olimpiade itu di MA Al-Ikhlas
            Ketika Bapak Kepala Sekolah yaitu “Pak Dim” mengumumkan bahwa ada olimpiade di MA Al-Ikhlas diwajibkan bagi seluruh siswa siswi ikut olimpiade itu, kelas Unggulan maupun Reguler khusus kelas IX diwajibkan ikut” seru Pak Dim, What ever mau milih Olimpiade apa, nanti ketua kelas setor ke Pak Dim ada pilihan mata pelajaran (Matematika,IPA,Bahasa English,Bahasa Indonesia) disaat aku ditanya aku menjawab “Bahasa Indonesia”, padahal temen-temen mintanya aku ikut Olimpiade IPA akan tetapi aku menolaknya  karna bagiku Bahasa Indonesia lebih gampang daripada pelajaran Matematika,IPA maupun Bahasa English, aku Tanya pada temen temen, “ ikut Olimpiade apa?, jawab temanku “ Bahasa Indonesia”
Aku kembali bertanya : “ kenapa kamu gak milih IPA atau Bahasa English”
Temenku titin menjawab: “ gak, aku lagi males mikir mending nyatai nyatai saja “
Aku kembali bertanya :’ ohwww… lah meli,Ita,Zuli,Putri ikut apa tin”
Titin menjawab : “ katanya sie meli sama kayak aku kalau Ita dan Putri milih IPA, Lah kalau Zuli maunya ikut matematika tapi disuruh pak Zen ikut Bahasa English karna anak Unggulan dan Reguler tidak ada yang ikut Olimpiade Bahasa English mau tidak mau Zuli harus mau agar tidak mengecewakan hati Mr.Zen”
Aku menjawab dari penjelasan titin “ ohwwalah… Semoga saja Zuli bisa yha, dan pulang mendapatkan juara”
Titin menjawab :”AMIIN….”
Aku berkata kembali : “ bukan Zuli saja tapi kita semua tentunya donk”
Titin bertanya ke aku :” kamu ikut Olimpiade apa lay “
aku menjawab :” aku sama kayak kamu tin Bahasa Indonesia”
“lho kita sama donk” seru titin
“ ayo kita kembali ke kelas tin “ ajak aku
“ya.. ayo..” jawab aku.
            Setelah ketua kelas mendata siapa saja yang ikut Olimpiade seketika itu ada panggilan dari kantor siapa saja ikut Olimpiade Bahasa Indonesia diharapkan ke kantor, karena anak laki-laki Unggulan tidak ada yang ikut Cuma perempuan saja,
            Akhirnya aku,titin dan meli ke kantor setelah pulang sekolah ternyata ohww tidak, titin dan meli yang dipanggil Pak Dim sedangkan aku tidak, padahal aku juga ikut Bahasa Indonesia.
Aku tau kalau Pak Dim menggagap aku tidak bisa,sebenarnya aku sedih banget tapi dalah hatiku berkata aku pasti bisa dan AKU PASTI BISA menjadi Juara, aku terus menangis dan bersedih sekali karna begitukah Pak Dim meremehkanku,
            Setelah pulang sekolah sesudah sholat dhuhur titin dan meli di privat dengan Bu Ana atas perintah Bapak Kepala Sekolah, ternyata anak laki-laki memberitahukan kalau bimbel matematika yang perempuan masuk sudah ada Bu Lut dengan tergesa-gesa aku dan kawan-kawan langsung berangkat kesekolahan untuk Bimbel Matematika, sesampai disana ternyata tidak ada gurunya Bu Lut belum datang aku dan teman-teman jalan-jalan dahulu sambil bercakap cakap dengan teman-teman ( Ita,meli,titin, Putri,Zuli),
“ Ya Allah…. Besuk Olimpiade, malah sekarang Bimbel Matematika Setres aku” seru Ita
“ Ya Allah …. Sudah dibuat nangis Pak Dim sekarang menghadapi soal Matematika adughh…” mengeluh aku
“ Males aku bimbelnya matematika lagi” seru Putri  dengan muka polos dan cemberut karna mendengarkan keluh kesah kita
“sudah…sudah ayo kita berangkat sudah ada Bu Lut” seru Zuli
            Kita berempat menuju kelas ternyata sudah ada Bu Lut kita beempat salam dan berjabat tangan dengan Bu lut segeralah kita duduk, ternyata kita semua di suruh mengerjakan soal matematika No 1-20, pusing bukan kepayang aku, akhirnya tanpa berfikir panjang dihitung dech pakai logika no 1-20 karna Zuli tidak mau memberi tahu, ya sudah kita kerjakan soal itu sebisanya saja dan ternyata anak unggulan selesai duluan padahal itu soal sulit semuanya sulit sekali jawabannya, sesudah Bimbel Matematika kita semua kembali ke asrama untuk istirahat karna aku juga mau mencuci, kepala ku juga pusing, seusai mencuci aku langsung tidur lalu aku terbangun untuk sholat asar selesai sholat asar titin mengajak keluar untuk laundy, akhirnya aku mau keluar dengan sahabatku Titin kita keluar bukannya hanya ke laundy tapi juga ke koperasi pondok untuk beli pensil buat olimpiade besuk pagi seusai beli apa kebutuhan kita besuk kita langsung kembali ke asrama ditengah perjalanan aku bercakap cakap dengan sahabatku Titin “Tin, ayo kita kembali ke asrama” ajak aku
“ayo, nanti kita kemaleman” jawab Titin
“ya, nanti kita dimarahin Mis.Eka” sahut aku
Digerbang depan asrama kita ditanya pak satpam
“habis dari mana Lai, Tin”Tanya Pak Satpam
“habis keluar donk pak” sahut Aku
“ya sudah, kembali sana ke kamar” perintah keamanan pondok
Sedangkan kita tidak mau kembali masih pingen nonton TV di Pos keamanan, jadinya banyak ngobrol sama Pak Satpam
“ikut apa kamu Lay”Tanya pak satpam
“olimpiade ta pak maksudnya” jawab aku
“Ya.” Jawab Pak Satpam
“ Bahasa Indonesia pak” jawab aku
“owalah kalau titin” Tanya pak Satpam
“sama kayak aku”jawab aku
Sudah lama di Pos keamanan dan bola merah dilangit mulai menghilang waktunya persiapan sholat magrib, saatnya kita berdua kembali ke asrama untuk sholat magrib setiba di kamar suara adzan mulai terdengar,santri – santri segera menuju mushola, sholawat nabi menghiasi malam itu beberapa menit kemudian terdengar iqomah, segeralah aku menuju musholla, aku pondok putri terkenal santri yang paling sering ketinggalan jama’ah tapi sekarang nggak kok hehehhe seusai sholat magrib wiridan lanjut sholat isya’
            Selesai sholat isya’ aku langsung menenangkan peritku, soalnya perutku sakit banget, aku istirahat sebentar supaya besuk bisa tetap ikut olimpiade, sesudah selesai meminum yang hangat-hangat seketika itu aku langsung belajar yang aku pelajari adalah lembaran kertas yang Meli dan Titin tadi siang di Privat Bu Ana sedangkan Kertas itu dari kepala sekolah setelah mempelajari kertas soal-soal yang diberikan aku juga belajar buku lain tentang UN supaya banyak wawasannya.
            Aku tidur sekitar pukul 22.00 malam karna biar besuk tidak terlalu lelah, pukul 03.30 aku terbangun untuk menunaikan sholat Tahajjud dan sholat shubuh seusai sholat aku langsung Ngaji dan Mandi setelah selesai semuanya aku sempatkan belajar lagi, pukul 06.30 sudah terdengar Mis.Eka pembinaku di asrama untuk mengontrol santri-santri agar segera berangkat sekolah, aku dan kawan kawan segera berangkat pukul 07.00, sesampai di sekolah aku dan yang lain mengikuti Apel Pagi setiap harinya di laksanakan, selesai Apel Pagi aku dan kawan-kawan Unggulan dan Reguler menunggu lama sekali karna kita semua akan berangkat ke MA Al-Ikhlas tiba-tiba ada pengumuman jikakalau siswa siswi kelas IX Reguler maupun Unggulan di perintahkan membersihkan kelasnya masing-masing sebelum berangkat ke MA Al-Ikhlas, seketika itu Zuli dan Titin mengajak ku ke kelas untuk bersih-bersih kelas dan sholat dhuha karna Zuli mengajak kebaikan untukku akhirnya tanpa berfikir panjang aku langsung ikut Zuli dan Titin ke kelas, aku dan Zuli sholat Dhuha sedangkan Titin bersih bersih kelas karna Titin ada halangan, Alhamdulilah aku dan Zuli udah punya Wudhu jadi bisa langsung melaksankan sholat Dhuha aku berdoa semoga aku bisa lancar mengerjakan soal soal Olimpiade Bahasa Indonesia nanti, selesai Sholat dan bersih-bersih kelas kita bertiga turun kebawah bersama teman teman sambil menunggu pengumuman untuk pergi ke Ma Al-Ikhlas,  pukul 07.45 kita semua anak kelas IX Unggulan maupun Reguler di perintahkan segera berangkat ke MA Al-Ikhlas, setelah sampai di MA tersebut kita semuanya mengikuti acara pembukaan Olimpiade pelajaran UN sampai dengan pukul 09.30 seusai pembukaan waktunya seluruh peserta Olimpiade menuju ruang masing-masing sesuai nomor yang telah diberikan oleh panitia Olimpiade diperjalanan mencari ruangan aku bertanya sama Titin “Tin, anak Unggulan satu ruangan semua ya (Bahasa Indonesia dan Ipa)”Tanya aku, lalu jawab Titin “iya lai” Alhamdulilah kita sudah menemukan ruangan dan bangku masing masing sesuai nomor, 10 menit kemudia pengawas Olimpiade datang dan membagikan soal soal Olimpiade kepada peserta, semua mengerjakan dengan tenang dan serius di tengah aku mengerjakan soal aku berfikir “lho,,, soal soal ini seperti semalam aku pelajari, alhamdulilah” sahut aku dalam hati
            Setelah selesai mengerjakan aku dan teman-teman kembali ke asrama untuk istirahat dan sholat dhuhur, selesai sholat Ita menghampiri aku “ kamu kenapa lai kok nangis sie” Tanya Ita,
“Gak apa-apa Ita, aku kepikiran kemarin aja, kenapa yang di privat kok Cuma Meli dan Titin” jawab aku, Ita selalu memberi semangat kepadaku agar aku tidak menangis lagi, “sudah lai gak usah nangis, optimis kamu pasti bisa oke” sahut meita memberi semangat padaku

            Akhirnya Meita mengajakku membeli jajan sebelum kita kembali ke Ma Al-Ikhlas untuk penutupan dan pengumuman, sesampai disana sebelum pengumuman lomba ada penampilan-penampilan yang menarik dari siswa/I MA Al-Ikhlas, tepat pada pukul 14.00 saatnya pengumuman pada waktu itu yang mengumumkan juara Olimpiade adalah kepala sekolah MA Al-Ikhlas yang dimana juara Olimpiade diambil 8 juara dengan bagian Juara Umum, Juara Harapan, Juara Favorit, Pertama kali bapak Kepala Sekolah mengumumkan juara Olimpiade Bahasa English, Alhamdulilah ternyata yang mewakili Smp kita adalah Zuli teman sekelasku yang awalnya ia tak mau mengikuti lomba bahasa English ia lebih suka Matematika demi baktinya kepada guru bahasa English yang dimana Mr.Zen mempercayai Zuli untuk ikut Olimpiade Bahasa English, akhirnya Zuli Mendapatkan Juara II Harapan Olimpiade Bahasa English lalu diumumkan Juara Olimpiade IPA Alhamduliah Smp ada yang mewakili lagi Juara II Terfavorit Olimpiade IPA yaitu Nur Wulandari dan Juara III Terfavorit yaitu temen sekelas Muhammad Iqbal Selanjutnya adalah pengumuman Juara Olimpiade Bahasa Indonesia hatiku mulai bergetar tak menentu, juara disampaikan dari yang terfavorit alhamdulilah JUARA TERFAVORIT II namaku yang tersebut Lailatul Izaati , aku tak menyangka hal ini bisa terjadi sebuah Rizki dari Allah untuku, ada juga Juara III umum Olimpiade Bahasa Indonesia namanya Rohman dari anak Reguler kelas IX A, pengumuman yang terakhir adalah Juara Olimpiade Matematika Alhamdulilah dari SMP ada lagi Juara Terfavorit III namanya Amelia sedangkan Juara Terfavorit II temen sekelasku anak Unggulan yaitu Faruuq, semua juara bisa naik keatas panggung untuk penyerahan dan foto bersama, sebelum pulang aku, zuli dan Amelia melihat hasil penilaian di madin MA Al-Ikhlas , aku terkejut hasil nilai ku 4,60 sedangkan Titin 4,40 dan meli 4,20 bedanya semuanya dikoma (20), mereka berdua sudah diprivat agar mendapatkan hasil yang memuaskan sedangkan aku tidak diprivat sama sekali bukanya dengan juara ini aku bisa sombong tapi aku mendapatka juara ini agar bisa terus semangat belajar untuk menggapai cita citaku
            Sewaktu aku mau kembali ke asrama aku lewat depan asrama laki-laki karna Zuli ada rapat sama Amelia mau gak  mau aku balik sendirian ke asrama waktu lewat depan asrama putra, anak putra yang ada didepan menyorak kepadaku “ cie cie cie” semua anak putra yang di depan kamar, aku hampir sampai di gerbang asrama putri ada anak putra mendekati ku dan berkata “ bagaimana ini perasaannya” seketika langsung salah tingkah gara-agara perkataanya, sesampai di asrama banyak sekali adek-adek yang mengucapkan selamat kepadaku dan orang yang sangat aku sayangi Mis.Eka, Mis Afa dan Mis Ifa juga mengucapkan selamat kepadaku selaku Pembina diasrama aku sangat bahagia sekali anugrah terindah Allah untukku dibulan kelahiranku.
            Seusai bersih-bersih diri aku duduk-duduk diteras kamar menikmati indahnya pemandangan sore itu, tiba-tiba Ita mendekati aku “lai, gitu aja Nangis, sekarang udah gak nangis kan, aku yakin kalau kamu pasti menang lay” sapa Ita, aku hanya diam membisu dan memberi senyum manis pada Ita, “ Syukuranya lay” kata Meli aku jawab “Ya, besuk aja” dari belakang temen-temen lain menyahut “ beneran ya”, “ iya, besuk selasa, 28 januari waktu ulang tahunku”sahut aku “okee ditunggu lai” jawab temen-temen dengan kompak
            Ini semua berkat Doa Kedua Orang Tua ku, Mis.Eka, Mis. Afa, Mis. Ifa , Guru-guru serta semangat teman-temanku semuanya, inilah anugrah dan kado terindah di ulang tahunku 2014 yang ke-15, (Ahad, 26 Januari 2014) hari yang tak pernah ku lupakan hari dimana aku pertama kali mendapatkan satu langkah kesuksesanku dipondok pesantren, (Selasa,28 Januari 2014) adalah ulang tahun ku yang paling bahagia karna di kebahagian ini ku bisa sedikit memberi kebahagian di ulang tahunku ini, inilah anugrah dan hidayah yang terindah dalam hidupku, semoga aku tetap menjadi anak yang tak lupa bersyukur atas semua yang diberikan ALLAH kepadaku dan keluargaku.



BIODATA PENULIS

LAILATUL IZAATI Biasa dipanggil Laila kalau nama kecil Lala tapi semenjak Kuliah mengikuti berbagai organisasi dipanggil Iza, lahir diBumi Wali Tuban, 28 Januari 1999, Kuliah di IAINU Tuban Fakultas Tarbiyah Prodi Pgmi Semester 4, Organisasi yang ikuti semenajak kuliah :
  1. Himpunan Mahasiswa Prodi Pgmi
  2. UKM Saung Art-Ma yang membidangi Teater (Seni dan budaya)
  3. UKM LPM yang membidangi Literasi
  4. PKPT IPNU IPPNU IAINU Tuban
Dan masing banyak lagi organisasi dan komunitas diluar kampus.
Mulai Suka menulis asal asalan semenjak enam SD, dan sering sekali menulis buku harian mulai terbiasa menulis berawal dari buku harian, dan terbiasa sampai sekarang.
Jika ingin berkenalan lebih jauh tentang penulis bisa langsung menghubungi melalui :
Instagram : @lailaankkanawi
Facebook : Laila Ank Kanawi
Blog : https://lailaankkanawi.blogspot.com
      WA : 081237592966

Tidak ada komentar:

Posting Komentar