HIDAYAH TERINDAH DARI ALLAH
Penulis : Lailatul Izaati
Ketika aku duduk dibangku kelas IX Unggulan di Yayasan Pondok
Pesantren lembaga Smp Unggulan Al-Ikhlas, aku mengikuti lomba Olimpiade Bahasa
Indonesia atau yang dinamakan Olimpiade Pelajaran UN bertepatan hari Ahad, 26
Januari 2014 besuk akan dilaksanakan Olimpiade itu di MA Al-Ikhlas
Ketika Bapak
Kepala Sekolah yaitu “Pak Dim” mengumumkan bahwa ada olimpiade di MA Al-Ikhlas
diwajibkan bagi seluruh siswa siswi ikut olimpiade itu, kelas Unggulan maupun
Reguler khusus kelas IX diwajibkan ikut” seru Pak Dim, What ever mau milih
Olimpiade apa, nanti ketua kelas setor ke Pak Dim ada pilihan mata pelajaran
(Matematika,IPA,Bahasa English,Bahasa Indonesia) disaat aku ditanya aku
menjawab “Bahasa Indonesia”, padahal temen-temen mintanya aku ikut Olimpiade
IPA akan tetapi aku menolaknya karna
bagiku Bahasa Indonesia lebih gampang daripada pelajaran Matematika,IPA maupun
Bahasa English, aku Tanya pada temen temen, “ ikut Olimpiade apa?, jawab
temanku “ Bahasa Indonesia”
Aku kembali bertanya : “ kenapa kamu gak milih IPA atau Bahasa
English”
Temenku titin menjawab: “ gak, aku lagi males mikir mending nyatai
nyatai saja “
Aku kembali bertanya :’ ohwww… lah meli,Ita,Zuli,Putri ikut apa
tin”
Titin menjawab : “ katanya sie meli sama kayak aku kalau Ita dan
Putri milih IPA, Lah kalau Zuli maunya ikut matematika tapi disuruh pak Zen
ikut Bahasa English karna anak Unggulan dan Reguler tidak ada yang ikut
Olimpiade Bahasa English mau tidak mau Zuli harus mau agar tidak mengecewakan
hati Mr.Zen”
Aku menjawab dari penjelasan titin “ ohwwalah… Semoga saja Zuli
bisa yha, dan pulang mendapatkan juara”
Titin menjawab :”AMIIN….”
Aku berkata kembali : “ bukan Zuli saja tapi kita semua tentunya
donk”
Titin bertanya ke aku :” kamu ikut Olimpiade apa lay “
aku menjawab :” aku sama kayak kamu tin Bahasa Indonesia”
“lho kita sama donk” seru titin
“ ayo kita kembali ke kelas tin “ ajak aku
“ya.. ayo..” jawab aku.
Setelah ketua
kelas mendata siapa saja yang ikut Olimpiade seketika itu ada panggilan dari
kantor siapa saja ikut Olimpiade Bahasa Indonesia diharapkan ke kantor, karena
anak laki-laki Unggulan tidak ada yang ikut Cuma perempuan saja,
Akhirnya aku,titin
dan meli ke kantor setelah pulang sekolah ternyata ohww tidak, titin dan meli
yang dipanggil Pak Dim sedangkan aku tidak, padahal aku juga ikut Bahasa
Indonesia.
Aku tau kalau Pak Dim menggagap aku tidak bisa,sebenarnya aku sedih
banget tapi dalah hatiku berkata aku pasti bisa dan AKU PASTI BISA menjadi
Juara, aku terus menangis dan bersedih sekali karna begitukah Pak Dim
meremehkanku,
Setelah pulang
sekolah sesudah sholat dhuhur titin dan meli di privat dengan Bu Ana atas
perintah Bapak Kepala Sekolah, ternyata anak laki-laki memberitahukan kalau
bimbel matematika yang perempuan masuk sudah ada Bu Lut dengan tergesa-gesa aku
dan kawan-kawan langsung berangkat kesekolahan untuk Bimbel Matematika,
sesampai disana ternyata tidak ada gurunya Bu Lut belum datang aku dan
teman-teman jalan-jalan dahulu sambil bercakap cakap dengan teman-teman (
Ita,meli,titin, Putri,Zuli),
“ Ya Allah…. Besuk Olimpiade, malah sekarang Bimbel Matematika
Setres aku” seru Ita
“ Ya Allah …. Sudah dibuat nangis Pak Dim sekarang menghadapi soal
Matematika adughh…” mengeluh aku
“ Males aku bimbelnya matematika lagi” seru Putri dengan muka polos dan cemberut karna
mendengarkan keluh kesah kita
“sudah…sudah ayo kita berangkat sudah ada Bu Lut” seru Zuli
Kita berempat
menuju kelas ternyata sudah ada Bu Lut kita beempat salam dan berjabat tangan
dengan Bu lut segeralah kita duduk, ternyata kita semua di suruh mengerjakan
soal matematika No 1-20, pusing bukan kepayang aku, akhirnya tanpa berfikir
panjang dihitung dech pakai logika no 1-20 karna Zuli tidak mau memberi tahu,
ya sudah kita kerjakan soal itu sebisanya saja dan ternyata anak unggulan
selesai duluan padahal itu soal sulit semuanya sulit sekali jawabannya, sesudah
Bimbel Matematika kita semua kembali ke asrama untuk istirahat karna aku juga
mau mencuci, kepala ku juga pusing, seusai mencuci aku langsung tidur lalu aku
terbangun untuk sholat asar selesai sholat asar titin mengajak keluar untuk
laundy, akhirnya aku mau keluar dengan sahabatku Titin kita keluar bukannya
hanya ke laundy tapi juga ke koperasi pondok untuk beli pensil buat olimpiade
besuk pagi seusai beli apa kebutuhan kita besuk kita langsung kembali ke asrama
ditengah perjalanan aku bercakap cakap dengan sahabatku Titin “Tin, ayo kita
kembali ke asrama” ajak aku
“ayo, nanti kita kemaleman” jawab Titin
“ya, nanti kita dimarahin Mis.Eka” sahut aku
Digerbang depan asrama kita ditanya pak satpam
“habis dari mana Lai, Tin”Tanya Pak Satpam
“habis keluar donk pak” sahut Aku
“ya sudah, kembali sana ke kamar” perintah keamanan pondok
Sedangkan kita tidak mau kembali masih pingen nonton TV di Pos
keamanan, jadinya banyak ngobrol sama Pak Satpam
“ikut apa kamu Lay”Tanya pak satpam
“olimpiade ta pak maksudnya” jawab aku
“Ya.” Jawab Pak Satpam
“ Bahasa Indonesia pak” jawab aku
“owalah kalau titin” Tanya pak Satpam
“sama kayak aku”jawab aku
Sudah lama di Pos keamanan dan bola merah dilangit mulai menghilang
waktunya persiapan sholat magrib, saatnya kita berdua kembali ke asrama untuk
sholat magrib setiba di kamar suara adzan mulai terdengar,santri – santri
segera menuju mushola, sholawat nabi menghiasi malam itu beberapa menit
kemudian terdengar iqomah, segeralah aku menuju musholla, aku pondok putri
terkenal santri yang paling sering ketinggalan jama’ah tapi sekarang nggak kok
hehehhe seusai sholat magrib wiridan lanjut sholat isya’
Selesai sholat
isya’ aku langsung menenangkan peritku, soalnya perutku sakit banget, aku
istirahat sebentar supaya besuk bisa tetap ikut olimpiade, sesudah selesai
meminum yang hangat-hangat seketika itu aku langsung belajar yang aku pelajari
adalah lembaran kertas yang Meli dan Titin tadi siang di Privat Bu Ana
sedangkan Kertas itu dari kepala sekolah setelah mempelajari kertas soal-soal
yang diberikan aku juga belajar buku lain tentang UN supaya banyak wawasannya.
Aku tidur sekitar
pukul 22.00 malam karna biar besuk tidak terlalu lelah, pukul 03.30 aku
terbangun untuk menunaikan sholat Tahajjud dan sholat shubuh seusai sholat aku
langsung Ngaji dan Mandi setelah selesai semuanya aku sempatkan belajar lagi,
pukul 06.30 sudah terdengar Mis.Eka pembinaku di asrama untuk mengontrol
santri-santri agar segera berangkat sekolah, aku dan kawan kawan segera
berangkat pukul 07.00, sesampai di sekolah aku dan yang lain mengikuti Apel
Pagi setiap harinya di laksanakan, selesai Apel Pagi aku dan kawan-kawan
Unggulan dan Reguler menunggu lama sekali karna kita semua akan berangkat ke MA
Al-Ikhlas tiba-tiba ada pengumuman jikakalau siswa siswi kelas IX Reguler
maupun Unggulan di perintahkan membersihkan kelasnya masing-masing sebelum
berangkat ke MA Al-Ikhlas, seketika itu Zuli dan Titin mengajak ku ke kelas
untuk bersih-bersih kelas dan sholat dhuha karna Zuli mengajak kebaikan untukku
akhirnya tanpa berfikir panjang aku langsung ikut Zuli dan Titin ke kelas, aku
dan Zuli sholat Dhuha sedangkan Titin bersih bersih kelas karna Titin ada
halangan, Alhamdulilah aku dan Zuli udah punya Wudhu jadi bisa langsung
melaksankan sholat Dhuha aku berdoa semoga aku bisa lancar mengerjakan soal
soal Olimpiade Bahasa Indonesia nanti, selesai Sholat dan bersih-bersih kelas
kita bertiga turun kebawah bersama teman teman sambil menunggu pengumuman untuk
pergi ke Ma Al-Ikhlas, pukul 07.45 kita
semua anak kelas IX Unggulan maupun Reguler di perintahkan segera berangkat ke
MA Al-Ikhlas, setelah sampai di MA tersebut kita semuanya mengikuti acara
pembukaan Olimpiade pelajaran UN sampai dengan pukul 09.30 seusai pembukaan
waktunya seluruh peserta Olimpiade menuju ruang masing-masing sesuai nomor yang
telah diberikan oleh panitia Olimpiade diperjalanan mencari ruangan aku
bertanya sama Titin “Tin, anak Unggulan satu ruangan semua ya (Bahasa Indonesia
dan Ipa)”Tanya aku, lalu jawab Titin “iya lai” Alhamdulilah kita sudah
menemukan ruangan dan bangku masing masing sesuai nomor, 10 menit kemudia
pengawas Olimpiade datang dan membagikan soal soal Olimpiade kepada peserta,
semua mengerjakan dengan tenang dan serius di tengah aku mengerjakan soal aku
berfikir “lho,,, soal soal ini seperti semalam aku pelajari, alhamdulilah”
sahut aku dalam hati
Setelah selesai
mengerjakan aku dan teman-teman kembali ke asrama untuk istirahat dan sholat
dhuhur, selesai sholat Ita menghampiri aku “ kamu kenapa lai kok nangis sie”
Tanya Ita,
“Gak apa-apa Ita, aku kepikiran kemarin aja, kenapa yang di privat
kok Cuma Meli dan Titin” jawab aku, Ita selalu memberi semangat kepadaku agar
aku tidak menangis lagi, “sudah lai gak usah nangis, optimis kamu pasti bisa
oke” sahut meita memberi semangat padaku
Akhirnya Meita
mengajakku membeli jajan sebelum kita kembali ke Ma Al-Ikhlas untuk penutupan
dan pengumuman, sesampai disana sebelum pengumuman lomba ada
penampilan-penampilan yang menarik dari siswa/I MA Al-Ikhlas, tepat pada pukul
14.00 saatnya pengumuman pada waktu itu yang mengumumkan juara Olimpiade adalah
kepala sekolah MA Al-Ikhlas yang dimana juara Olimpiade diambil 8 juara dengan
bagian Juara Umum, Juara Harapan, Juara Favorit, Pertama kali bapak Kepala
Sekolah mengumumkan juara Olimpiade Bahasa English, Alhamdulilah ternyata yang
mewakili Smp kita adalah Zuli teman sekelasku yang awalnya ia tak mau mengikuti
lomba bahasa English ia lebih suka Matematika demi baktinya kepada guru bahasa
English yang dimana Mr.Zen mempercayai Zuli untuk ikut Olimpiade Bahasa
English, akhirnya Zuli Mendapatkan Juara II Harapan Olimpiade Bahasa English
lalu diumumkan Juara Olimpiade IPA Alhamduliah Smp ada yang mewakili lagi Juara
II Terfavorit Olimpiade IPA yaitu Nur Wulandari dan Juara III Terfavorit yaitu
temen sekelas Muhammad Iqbal Selanjutnya adalah pengumuman Juara Olimpiade
Bahasa Indonesia hatiku mulai bergetar tak menentu, juara disampaikan dari yang
terfavorit alhamdulilah JUARA TERFAVORIT II namaku yang tersebut Lailatul
Izaati , aku tak menyangka hal ini bisa terjadi sebuah Rizki dari Allah untuku,
ada juga Juara III umum Olimpiade Bahasa Indonesia namanya Rohman dari anak
Reguler kelas IX A, pengumuman yang terakhir adalah Juara Olimpiade Matematika
Alhamdulilah dari SMP ada lagi Juara Terfavorit III namanya Amelia sedangkan
Juara Terfavorit II temen sekelasku anak Unggulan yaitu Faruuq, semua juara
bisa naik keatas panggung untuk penyerahan dan foto bersama, sebelum pulang
aku, zuli dan Amelia melihat hasil penilaian di madin MA Al-Ikhlas , aku
terkejut hasil nilai ku 4,60 sedangkan Titin 4,40 dan meli 4,20 bedanya
semuanya dikoma (20), mereka berdua sudah diprivat agar mendapatkan hasil yang
memuaskan sedangkan aku tidak diprivat sama sekali bukanya dengan juara ini aku
bisa sombong tapi aku mendapatka juara ini agar bisa terus semangat belajar
untuk menggapai cita citaku
Sewaktu aku mau
kembali ke asrama aku lewat depan asrama laki-laki karna Zuli ada rapat sama
Amelia mau gak mau aku balik sendirian
ke asrama waktu lewat depan asrama putra, anak putra yang ada didepan menyorak
kepadaku “ cie cie cie” semua anak putra yang di depan kamar, aku hampir sampai
di gerbang asrama putri ada anak putra mendekati ku dan berkata “ bagaimana ini
perasaannya” seketika langsung salah tingkah gara-agara perkataanya, sesampai
di asrama banyak sekali adek-adek yang mengucapkan selamat kepadaku dan orang
yang sangat aku sayangi Mis.Eka, Mis Afa dan Mis Ifa juga mengucapkan selamat
kepadaku selaku Pembina diasrama aku sangat bahagia sekali anugrah terindah
Allah untukku dibulan kelahiranku.
Seusai
bersih-bersih diri aku duduk-duduk diteras kamar menikmati indahnya pemandangan
sore itu, tiba-tiba Ita mendekati aku “lai, gitu aja Nangis, sekarang udah gak
nangis kan, aku yakin kalau kamu pasti menang lay” sapa Ita, aku hanya diam
membisu dan memberi senyum manis pada Ita, “ Syukuranya lay” kata Meli aku
jawab “Ya, besuk aja” dari belakang temen-temen lain menyahut “ beneran ya”, “
iya, besuk selasa, 28 januari waktu ulang tahunku”sahut aku “okee ditunggu lai”
jawab temen-temen dengan kompak
Ini semua berkat
Doa Kedua Orang Tua ku, Mis.Eka, Mis. Afa, Mis. Ifa , Guru-guru serta semangat
teman-temanku semuanya, inilah anugrah dan kado terindah di ulang tahunku 2014
yang ke-15, (Ahad, 26 Januari 2014) hari yang tak pernah ku lupakan hari dimana
aku pertama kali mendapatkan satu langkah kesuksesanku dipondok pesantren,
(Selasa,28 Januari 2014) adalah ulang tahun ku yang paling bahagia karna di
kebahagian ini ku bisa sedikit memberi kebahagian di ulang tahunku ini, inilah
anugrah dan hidayah yang terindah dalam hidupku, semoga aku tetap menjadi anak
yang tak lupa bersyukur atas semua yang diberikan ALLAH kepadaku dan
keluargaku.
BIODATA PENULIS
LAILATUL IZAATI Biasa dipanggil Laila
kalau nama kecil Lala tapi semenjak Kuliah mengikuti berbagai organisasi
dipanggil Iza, lahir diBumi Wali Tuban, 28 Januari 1999, Kuliah di IAINU Tuban
Fakultas Tarbiyah Prodi Pgmi Semester 4, Organisasi yang ikuti semenajak kuliah
:
- Himpunan Mahasiswa Prodi Pgmi
- UKM Saung Art-Ma yang membidangi Teater (Seni dan budaya)
- UKM LPM yang membidangi Literasi
- PKPT IPNU IPPNU IAINU Tuban
Dan masing banyak lagi organisasi dan komunitas diluar kampus.
Mulai Suka menulis asal
asalan semenjak enam SD, dan sering sekali menulis buku harian mulai terbiasa
menulis berawal dari buku harian, dan terbiasa sampai sekarang.
Jika
ingin berkenalan lebih jauh tentang penulis bisa langsung menghubungi melalui :
Instagram
: @lailaankkanawi
Facebook
: Laila Ank Kanawi
Blog :
https://lailaankkanawi.blogspot.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar