Resah dan kegelisahaan
Mengacu mengikat kedalaman
tanpa sandaran lautan
luas
memberi angan dalam
jemari
dua arah berlawanan
bolak balik keraguan
hingga hujan merasakan
tangisan bersama hujan
deras
berjalan bersama roda
waktu
yang mengikat
pertemuan
rintihan rindu
tersimpan
tak mampu angin
membawa
terlalu melimpah
rindunya
hingga hati tak
menyanggupi
sudahlah,,, sudahlah,,,
sudahlah
tak perlu melelahkan
hati
cukup hanya ini saja
karna
roda dunia berputar
tanpa arah
bukan cinta, bukan
apa-apa
rindu bukan cinta
suasana berbeda tanpa
puing2 ucapan
siapa
menggantikan?
dia? .. Bukan
Dia? .. Tidak
Dia terlalu sombong
dengan apa yang ia dapat
hingga tak tau arah
tujuan itu
perubahan berbeda
hingga airmata
berbening-bening
mengingat kenangan
titik mataku sudah
tertutup
dalam angan dan
kegelapan
koma mataku terbuka
hingga seluruh tubuh
bergoncang
bersemi bunga taman
melekat dalam jiwa
siapa yang mengerti
kerisauan hati ini
sosok yang berbeda
mengharap datang
dihari penuh makna.
Karya :
LAILATUL IZAATI
Mahasiswa
IAINU Tuban
“Malasku
adalah Karyaku, Hinaanmu Semangatku”




