SEJARAH BARU SANTRI
LAILATUL IZAATI
Tahun 2020
Indonesia tertimpa musibah yang membahayakan yaitu pandemic Covid19 (Virus
Corona) bukan hanya Negara Indonesia yang terkena dampak pandemic tersebut akan
tetapi seluruh Dunia pun merasakan Wabah Virus Corona ini yang keadaanya
menggoncangkan Dunia
Kehidupan para
santripun terasa berbeda dari tahun sebelumnya, pada Bulan April belum waktu
datang liburan pondok tetapi di karenakan adanya Covid19 ini harus di pulangkan
semua baik santri putri maupun santri putra, semua kegiatan belajar mengajar di
pendidikan Formal maupun NonFormal di lakukan system Daring (Jarak Jauh)
meskipun semua santri di pulangkan bukan berati libur Total akan segala
kegiatan pondok hanya saja tempatnya yang berpindah tempat dari belajar di pondok
sekarang belajar dirumah supaya memutus rantai Covid19 agar tidak semakin
banyak manusia yang terkena Virus Corona tersebut.


Mulai awal
Ramadhan sampai akhir biasanya para santri mengaji Kitab kuning atau setoran
yang Tahfid tetapi itu tetap diadakan walaupun keadaan dirumah dengan cara
mengaji online, Live Instragram, live Youtube, live Facebook dan banyak sekali
aplikasi yang mendukung ngaji daring di bulan Ramadhan ini, Sungguh hal yang menajubkan
untuk santri bisa merasakan Ramadhan sebulan penuh bersama keluarga dari
berbuka bersama, sahur, terawih dan ibadah lainya di bulan Suci Ramadhan
bersama keluarga,Saudara, Orang Tua tentunya, selama bertahun-tahun di pondok
pesantren tidak pernah merasakan Ramadhan berada di rumah berkumpul dengan
keluarga biasanya hanya dapat sisa waktu 15 atau 10 hari akhir di Bulan
Ramadhan, kebahagiaan tertentu khusunya para santri di tahun ini mendapatkan kesempatan
atau bonus Puasa penuh di rumah bersama keluarga, pastinya juga sedih para
santri harus berada dirumah saja dikarenakan adanya Covid19 , tak perlulah
sedih untuk pasukan para santri bahkan kasus ini bisa diambil pelajaran dampak
kebaikan dari Covid19 ini salah satunya : kita lebih dekat dengan keluarga di
bulan suci ramadhan, lebih menjaga kebersihan di sekitar kita, lebih
memperhatikan dalam memilih makanan sehat, lebih dekat dengan Allah, lebih
rajin ibadahnya dan ketaqwaannya, bermuroja’ah, memperbanyak membaca Al-Qur’an,
hafalannya dan lain sebagainya yang bisa diambil dampak postif datri pandemic
Covid19
Haruskah kita sedih?
Haruskah kita bahagia?
Menghadapi Wabah Covid19 ini
Untuk perjuang Jihad mencari ilmu agama tidak akan sedih menghadapi
wabah virus seperti ini karena seorang santri akan bersikap lebih bijak dalam
menghadapi musibah, kita yakin musibah ini datangnya dari Allah dan Allah juga
yang akan mencabut musibah itu, kita semua harus lebih sabar dan mendekatkan
diri kepada Allah SWT Masya Allah.
Dear
Santri
Tuban,
02 Mei 2020
09.30 pagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar