Sabtu, 18 Februari 2023

PUISI

Tangisan Kemesraan 

Mendung hari ini mengambang hujan panas pun tak pasti

Entah apa yang terfikirkan dalam angan terjangkau jauh dengan rintihan sendu

Ku tak mengerti harapan gantungan melepaskan segala kepenatan

Tak mampu ku melangkah jauh tetapi hasrat cinta mengendalikan

Kekuatan hati menahan detakkan sentuhan saat terjatuh Luka tersampaikan oleh bahasa cinta

Salju dan cahaya menjadi satu kekuatan dalam kubah rahasia cinta

Ruang kerinduan yang hadir dalam air mata Memilah pertama dengan tatapan

Memperlihatkan Ruang kenyamanan Mengenalkan yang tersembunyi

Menciptakan kesaling tahuan Tanpa dasar tanpa kata hati yang bermain dengan perasaan

Birunya laut memgoncangan hati yang Ungkapan luka terbalas kelembutan kisah hakikat cinta

Terfatamoganakan harapan semu menjadi harapan nyata mengacu mengikat kedalaman

Tanpa sandaran lautan luas memberi angan dalam jemari berlawanan bertatap tanpa setatap

Hujan turut merasakan bersama roda waktu yang pertemuan ketika rintihan rindu tersimpan

Angin tak mampu membawa terlalu melimpah rindunya itu melelahkan hati

Roda dunia Membawa perubahan berbeda dengan airmata Berbening-bening mengingat kenangan

Titik mataku tertutup angan kegelapan Koma mataku terbuka hingga seluruh tubuh bergetar

Bersemi bunga taman melekat dalam jiwa Siapa yang mengerti kerisauan hati ini

sosok yang berbeda mengharap kembali tanpa luka.

                                                                                                PENULIS : LAILA IZA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar