Tangisan Kemesraan
Mendung hari ini mengambang hujan panas pun tak pasti
Entah apa yang terfikirkan dalam angan terjangkau jauh dengan
rintihan sendu
Ku tak mengerti harapan gantungan melepaskan segala kepenatan
Tak mampu ku melangkah jauh tetapi hasrat cinta mengendalikan
Kekuatan hati menahan detakkan sentuhan saat terjatuh Luka
tersampaikan oleh bahasa cinta
Salju dan cahaya menjadi satu kekuatan dalam kubah rahasia cinta
Ruang kerinduan yang hadir dalam air mata Memilah pertama dengan
tatapan
Memperlihatkan Ruang kenyamanan Mengenalkan yang tersembunyi
Menciptakan kesaling tahuan Tanpa dasar tanpa kata hati yang
bermain dengan perasaan
Birunya laut memgoncangan hati yang Ungkapan luka terbalas
kelembutan kisah hakikat cinta
Terfatamoganakan harapan semu menjadi harapan nyata mengacu
mengikat kedalaman
Tanpa sandaran lautan luas memberi angan dalam jemari berlawanan
bertatap tanpa setatap
Hujan turut merasakan bersama roda waktu yang pertemuan ketika
rintihan rindu tersimpan
Angin tak mampu membawa terlalu melimpah rindunya itu melelahkan
hati
Roda dunia Membawa perubahan berbeda dengan airmata
Berbening-bening mengingat kenangan
Titik mataku tertutup angan kegelapan Koma mataku terbuka hingga
seluruh tubuh bergetar
Bersemi bunga taman melekat dalam jiwa Siapa yang mengerti
kerisauan hati ini
sosok yang berbeda mengharap kembali tanpa luka.
PENULIS : LAILA IZA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar